ALIANSI MAHASIWA DAN PEMUDA INDONESIA GELAR DEKLARASI ANTI RADIKALISME, DPP SEMMI : Mari Kita Lawan Bersama Radikalisme!

Jakarta, semmi.or.id – Mahasiswa dan Pemuda Indonesia dari berbagai organisasi bergabung melaksanakan Deklarasi Anti Radikalisme yang akhir-akhir ini mengganggu stabilitas keamanan dan kenyamanan bangsa Indonesia, pada tanggal 31 Mei 2018 di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat.

“Sebuah inisiatif bersama sebagai komitmen generasi muda dari semua unsur elemen mahasiswa dan pemuda dalam upaya menjaga bangsa dari faham radikalisme yang saat ini menjadi ancaman cukup serius.” ujar M. Azizi Rois Ketua Umum DPP SEMMI di hadapan media.


17 organisasi yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia ini, berlatar belakang suku dan agama yang berbeda namun mampu menunjukkan kebersamaan dalam melawan segala bentuk yang ingin memecah belah bangsa ini.
“Saya yakin, kita semua menyadari dan sepakat bahwa pelaku radikalisme itu tidak distigmanegatifkan hanya kepada Islam. Namun, siapa pun dari agama mana pun dan profesi apa pun yang melakukan tindakan radikalisme itu harus bersama kita lawan. Karena tidak ada ajaran agama mana pun yang membolehkan perilaku biadab radikalisme tersebut.” tambah Azizi.
Dalam deklarasi ini, sekitar 300 an peserta yang merupakan pengurus pusat dan anggota dari setiap organisasi turut hadir dan sama-sama membacakan point-poin deklarasi.
Berikut adalah deklarasi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia
Kita Indonesia adalah kenyataan. Indonesia adalah rumah kita bersama, milik semua warga negeri yang membentang dari Sabang sampai Merauke, Miangas hingga Rote, dengan ragam latar belakang. Hari ini kekitaan terkoyak, digantikan dikotomi kami dan kamu yang mengaburkan makna Kebhinnekaan yang khas Nusantara. Kekitaan terkubur di dalam palung ingatan, sementara yang tampil ke permukaan adalah keseragaman sebagai identitas. Di luar itu adalah musuh yang harus dilawan.

Hari ini wajah Pertiwi tak lagi tersenyum. Ibu kita Indonesia muram, murung wajahnya menyaksikan anak-anaknya bersimbah darah. Indonesia, di sana tempat lahir beta, menjadi begitu asing untuk didiami. menjadi begitu  mengerikan untuk ditinggali. Teror, intoleransi, ujaran kebencian, dan radikalisme menjadi tuan rumah dan kita seperti tamu di rumah sendiri; hidup dalam rasa takut, kecemasan, dan nyaris tak lagi nyaman.
Masih bisakah kita berharap damai di negeri ini? Masih sanggupkah kita hidup bersaudara dalam perbedaan? Masih bolehkah kita hidup dalam perbedaan dalam semangat persatuan?
Saudara-saudara, Indonesia adalah rumah kita dan kita pemilik sah tanah tumpah darah ini. Maka tak boleh ada kata menyerah di hadapan ujaran kebencian, intoleransi, radikalisme, dan terorisme yang ingin mencaplok Indonesia dari kita. Tidak boleh ada kata diam di saat Pancasila, yang merupakan falsafah hidup bangsa Indonesia, sedang menghadapi ancaman ideologi-ideologi trans-nasional yang sedang beroperasi di Indonesia secara terstruktur, sistematis dan masif.
Ingat! Kita adalah barisan Mahasiswa dan Pemuda, tulang punggung bangsa ini. Tak boleh ada keraguan untuk menjaga marwah tanah air ini, sebab diam bukanlah pilihan!
Maka, menjelang Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni, kami para mahasiswa dan pemuda yang tergabung di dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia yang terdiri dari 17 Organisasi yakni PMII, GMKI, SEMMI, KAMMI, GMNI, GPII, Pemuda Muslimin, GEMA MA, IMM, HIMMAH, LMND, Hima Persis, KMHDI, PMKRI, IPTI, HMI, HIKMAHBUDHI, menyatakan bahwa:

  1. Kami Mahasiswa dan Pemuda Indonesia mengecam keras setiap aksi teror, ujaran kebencian, tindakan intoleran, dan penyebaran paham-paham radikal yang membunuh martabat kemanusiaan, memicu keresahan dan kecurigaan di tengah masyarakat.
  2. Kami Mahasiswa dan Pemuda Indonesia akan bersatupadu melawan ujaran kebencian, tindakan intoleransi, serta paham radikalisme dan terorisme yang sedang menjangkiti generasi muda.
  3. Kami Mahasiswa dan Pemuda Indonesia yang tergabung dalam 17 Organisasi Nasional akan memastikan bahwa tidak ada warga dari organisasi kami, baik anggota, pengurus, ataupun alumni, yang terlibat dalam tindakan intoleransi, ujaran kebencian, ataupun penyebaran paham-paham radikal dan gerakan terorisme yang ingin mengubah NKRI dan ideologi Pancasila.
  4. Kami Mahasiswa dan Pemuda Indonesia meminta para pemimpin publik, pejabat pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan partai, pimpinan lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat agar selalu setia menjunjung tinggi Pancasila sebagai ideologi negara dan falsafah hidup berbangsa dan bermasyarakat serta tidak mengeluarkan kebijakan ataupun pernyataan yang dapat memecah-belah masyarakat.
  5. Kami Mahasiswa dan Pemuda Indonesia akan terlibat aktif dalam mewujudkan proses demokrasi Indonesia yang sesuai nilai-nilai Pancasila, yakni Pilkada dan Pemilu yang bersih dan damai, tanpa adanya politik uang dan politik kebencian karena perbedaan Suku, Agama, Ras, dan Golongan serta akan bahu-membahu untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Tugu Proklamasi, Kamis, 31 Mei 2018.
Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia
M. Azizi Rois, DPP SEMMINizar Ahmad Saputra, PP Hima PersisPutu Wiratnaya, PP KMHDI
Juventus P, PP PMKRI
Ahmad Nawawi, DPP GEMA MA
Ali Mutohirin, DPP IMM
Aminullah Siagian, DPP HIMMAH
Indah Abd. Razak, EN LMND
Agus Herlambang, PB PMII
Irfan Ahmad Fauzi, PP KAMMI
Roybaitullah K, DPP GMNI
Masri Ikoni, PP GPII
Muhtadin Sabili, PB PEMUDA MUSLIMIN
Ardi Susanto, PP IPTI
Sugiartana, PP HIKMAHBUDHI
R. Saddam Al Jihad, PB HMI
Sahat P. Sinurat, PP GMKI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.