Kader SEMMI Orasi Puisi Dalam Bedah Buku EduCorner

Makassar. SEMMI.OR.ID. Adalah Rahmat, anak muda kelahiran Polongbangkeng Utara – Takalar pada 13 Agustus 1995 ini lebih populer dengan nama Damar I Manakku. Namanya mulai berkibar di tengah jagad sastrawan muda Makassar.

Memulai aktivitas di dunia sastra dengan bergabung dalam Komunitas Pena Hijau Takalar saat masih menjadi siswa SMA Negeri 2 Polut Takalar. Aktivitas yang kian intens digelutinya sejak melanjutkan pendidikan di Jurusan Bahasa dan Sastra UMI.

Selain bersastra, Damar juga adalah aktivis gerakan pemuda dan mahasiswa. Selain masih menjabat sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Muslimin Indonesia Kec. Polut, juga bergiat di Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) di Takalar dan Makassar.

Saat EduCorner bersama Pemuda Muslimin Indonesia, Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI), Serikat Pelajar Muslimin Indonesia (SEPMI), HMI, IMM, PMII, OPM, Akar Makassar, Jakfi Makassar dan organisasi intra kampus menggelar diskusi buku, Damar memilih Orasi Puisi.

Di depan puluhan aktivis gerakan yang memadati Stop Corner Cafe, rabu (23/03/2018) malam, Damar tampil memukau dengan mendeklamasikan puisi karyanya yang bertajuk Huru-Hara.

“Karena saya orasi puisi, maka saya memilih bagaimana puisi ini menjadi alat berkata dan bersuara memandang gejolak batin seorang manusia yang tiada punya daya memandang Indonesia.” Ungkap Damar perihal aksinya berorasi dengan puisi.

Lanjut Damar, pilihannya pada puisi Huru-hara, karena puisi ini pas untuk dijadikan semisal orasi. “Puisi ini serupa tulisan pamflet yang tidak banyak menggunakan diksi yang sulit.” Maka dengarlah Damar orasi:

Aku ingin menulis puisi terakhirku dengan turun ke jalan raya,
Mengibar bendera saka, menyanyikan lagu-lagu juang,
Bersumpah sarapa melawan para bedebah negeri ini

Disalin dari laman Arus Muda,  29/3/2018.
Oleh: Rustam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *