DAHSYATNYA BASIC TRAINING II & PELANTIKAN DPC SEMMI KOTA BUKITTINGGI

Bukittinggi, Sumatera Barat. semmi.or.id
Jauh dari hikuk pikuk perkotaan, dipilih untuk menggempur dan menguji semangat perjuangan ratusan pendaftar calon peserta Basic Training II DPC SEMMI Kota Bukittinggi. Tepatnya di Nagari Panampuang Kab. Agam, terdapat lingkungan komplek pesantren/ madrasah yang “disulap” menjadi arena pertempuran panas bagi para peserta dari berbagai kabupaten/ kota. Ada yang berasal dari Padang Panjang, Solok, Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, Agam, Padang Pariaman, hingga dari Jambi sekali pun. Ya, bertempur hati untuk menggilas ego dan kesombongan diri, bertempur untuk runtuhkan keangkuhan jiwa yang menghegemoni. Selama empat hari (1 s.d. 4 Maret 2018), peserta dididik, ditempa dan dibina untuk menjadi generasi pemimpin berjiwa mujahid atas landasan tauhid, menjadi kaum muda intelektual yang anti liberal. Disitulah, di pendidikan formal BASIC TRAINING Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Kota Bukittinggi Angkatan II.

Ustadz Ardinal Bandaro Putiah seorang nakhoda penggagas kegiatan ini menjelaskan bahwa ini merupakan kelanjutan dari Basic Training I di Istana Rakyat Selaras Alam, Kab. Agam di bulan Januari 2018. “Embrio Bastra angkatan II ini, adalah lanjutan dari bastra I Januari lalu. Kegiatan ini di-eksekusi oleh 24 orang eks peserta Bastra I yang telah dibentuk sebagai pengurus dalam musyawarah cabang pembentukan DPC SEMMI Bukittingi. Dan mereka kita tugaskan untuk menyelenggarakan Bastra II sebagai uji komitmen mereka, seberapa besar kesungguhan mereka wujudkan Islam mulia melalui wadah SEMMI ini.”

Lanjutnya, peserta disajikan beragam menu materi pokok tentang Siapakah HOS Tjokroaminoto Sang Raja Tanpa Mahkota, yang dinobatkan sebagai Guru Bangsa, yang merupakan Guru dan sahabat dari para tokoh pendiri bangsa ini seperti Bung Karno, SM Kartosoewirjo, H. Agus Salim, Abikoesno Tjokrosujoso, dll. Disusul materi sejarah pergerakan Islam di Indonesia, sejarah Sarekat Islam yang bermula dari Sarekat Dagang Islam (SDI) tahun 1905 yang kini bernama Syarikat Islam Indonesia (SII), materi sejarah dan sendi-sendi organisasi SEMMI, hingga pengenalan program azas dan program tandzhim “Semurni-murni tauhid, setingi-tinggi ilmu, dan sepandai-pandai siyasah” yang khas dari SEMMI dan Syarikat Islam Indonesia. Diperkokoh jua dengan materi inti dienul islam, aqidah/ tauhid, syari’ah, dan dirosah islamiyah yang mampu menyadarkan fungsi seorang mukmin terhadap Rabb-Nya dan landasan beramal sholeh dalam kehidupan.

“Itu materi-materi kunci yang kita berikan sesuai pedoman pengkaderan dari DPP SEMMI, yang akan jadi bekal hidup untuk menjalankan Islam seluas-luasnya dan sepenuh-penuhnya menuju kemerdekaan sejati.” papar tokoh aktivis pemuda Sumbar yang mengasuh Rumah Penyadaran bagi Lintas OKP di kawasan Birugo  Bukittinggi ini.

Selain itu, materi penunjang yang dapat mengasah kritisme mahasiswa juga diberikan, seperti pengantar logika dan berfikir, seni dialektika, metode sidang dan diskusi, sampai pada teknik agitasi dan propaganda. Ada pula materi tambahan berupa dinamika organisasi, problem solving, literasi, dan kewirausahaan.

Balutan suka duka mengiringi dahsyatnya kegiatan, yang sungguh berkesan. Meski disiplin diutamakan, namun tetap dalam seru dan keceriaan tanpa ada paksaan. Apalagi Master of Trainer, Instruktur dan narasumber yang humoris membawa hanyut ke gerbang makna yang mendalam. Hidupnya diskusi dapat menghilangkan kejenuhan, hangatnya pembawaan materi penuh keakraban, sampai nikmatnya ber-retorika dalam setiap sesi materi membuat peserta pulang pun enggan.

Ketua DPC SEMMI Kota Bukittinggi mengungkapkan bahwa pemateri yang dihadirkan adalah tokoh-tokoh hebat dan profesional untuk masing-masing ilmu yang dibawakannya. “Selain pemateri dari tokoh SI Indonesia/ Pemuda Muslim, Korwil SEMMI Sumbar, KNPI, dan DPRD yang bagus dalam menyampaikan materinya, yang dahsyat dan luar biasa adalah, kita dihadiri langsung oleh Ketua Umum dan Bendahara Umum DPP SEMMI yang berdarah-darah perjalanannya dari Jakarta ke ranah Minang ini. Selain jelas, menginspirasi, memotivasi, dan merasuk ke dalam kalbu, kami semua juga benar-benar terpesona atas ilmunya yang menghujam tenangkan hati. Bagi kami, ini sebuah kehormatan yang tiada tandingannya dibanding apa pun.” tandas Taufiqurrahman.

Di samping itu, testimoni peserta bernama Sinta seorang mahasiswi IAIN Bukittinggi menuturkan dalam penyampaian pesan dan kesannya di akhir acara, bahwa kegiatan ini sungguh berkesan dan menantang, “Kegiatan ini pertama bagi kami, dan sejujurnya kami langsung jatuh hati kepada SEMMI. Kami sesama peserta merasakan hal sama, terkesan dan tak pernah kami temukan sebelumnya. Insyaallah kami ingin menjadi bagian dari SEMMI yang berjuang untuk ummat dan bangsa. Isy Kariiman au mut syahiidan…” pungkasnya di hadapan peserta lainnya yang mengiyakan atas penyampaiannya.

Di lain kesempatan, seorang peserta terbaik Bastra II Farizal Antoni, menyebutkan di akun instagramnya @farizalantoni99 : “… begitu bersemangat dalam memberikan ilmu, memberantas kebodohan, menjadikan kami sebagai ummat yang cerdas dan berpengetahuan. #serikatmahasiswamusliminindonesia” update statusnya.

Sebaliknya, DPP SEMMI justeru mengapresiasi kegiatan ini sebagai prestasi yang baik. “Alhamdulillah, kami DPP SEMMI sangat bahagia dan terharu atas suksesnya Bastra II ini. Ini prestasi yang hebat bagi cabang baru. Kami haturkan jazakumullah khairon katsiiroo kepada Mamak Ustadz Ardinal Bandaro Putiah yang membidani cabang ini, Adinda Afdhal Dinilhaq dkk. Korwil SEMMI Sumbar, Taufiq dkk pengurus cabang Bukittinggi, beserta seluruh peserta yang antusias, responsif dan progresif selama acara ini. Tidak sia-sia kami hadir ke ranah Minang ini, terbayar sudah perjuangan kami oleh dahsyatnya perjuangan kawan-kawan.” ujar Ketua Umum DPP, Mochammad Azizi Rois didampingi Bendahara Umum Nuryakin.

Selain suksesnya Bastra II ini, Ketua Umum DPP SEMMI sekaligus melantik kepengurusan DPC SEMMI Kota Bukittinggi Masa Jihad 2018-2020.

Bravo SEMMI Sumbar !!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.